February 15, 2011
February 6, 2011
January 29, 2011
Officially addicted to your words
January 29, 2011
3
Ya, ini untukmu...
untukmu yang mengukir kata hingga imajinasiku meliar.
untukmu yang mampu memindahkan peristiwa ke dalam bahasa tak terduga.
untukmu sang penulis yang bahkan tak peduli arti ketenaran.
untukmu yang mampu membuatku penasaran, bahkan menjadi kepo! Sungguh tega...
January 27, 2011
SURAT PERINGATAN untuk Para Penebar Senyum
January 27, 2011
5
Hei, anak-anak matahari! Kalian ini terbuat dari apa sih? Mengapa selalu membuatku rindu?
dan mengapa selalu membuatku rela berlama-lama sambil memandangi senyum kalian? Sebenarnya aku agak heran, tapi aku menikmati setiap detik keherananku. Sampai akhirnya aku sadar betapa tulusnya senyum kalian. Sssst...jangan bilang-bilang ya, diam-diam aku mengoleksi senyum kalian dan menyimpannya di tempat yang aman. Di benak. Ya! di dalam otakku!
Tahukah kalian, senyum kalian adalah candu. Rasanya tak perlu repot-repot mengonsumsi si heroin, si ganja, atau bahkan ngelem seperti beberapa dari kalian. Senyum kalian pun sudah membuatku melayang. Sungguh, aku pun sadar ini berlebihan. Tapi tidak ada yang berlebihan ketika seseorang jatuh cinta bukan? Ya begitulah adanya. Kita memang tidak terlalu sering bertemu. Tapi saat waktunya bertemu, rasanya semangatku seperti di-charge selama beberapa hari ke depan. Ajaib! (dan berlebihan lagi). Kalian benar-benar harus bertanggung jawab atas kebahagiaanku ini! Sungguh! Aku merindukan saat-saat menunggu kalian pulang mengamen. Aku juga merindukan saat-saat kita belajar hitung-hitungan bersama, menulis, mengaji, dan hal-hal per-sekolah-an lainnya. Tapi yang paling aku rindukan adalah bermain layangan bersama kalian!
Ini keterlaluan! Sungguh keterlaluan! Kalian akan kuberi SURAT PERINGATAN ke I karena telah tega membuatku merindu begini...berhati-hatilah, karena jika kalian kembali menebar senyum, AKU AKAN SANGAT MENCINTAI KALIAN!
January 25, 2011
Mungkin ini semacam kado...
January 25, 2011
7
Tidak terasa ya, rupanya sudah 59 tahun berlalu. Seperti apa rasanya? Apakah menyenangkan?
Kalau aku masih punya 37 untuk mencapai umur itu. Itu pun kalau aku diberi jatah yang sama oleh Tuhan. Sebenarnya, ada hal yang ingin aku tanyakan. Pertanyaan mudah, namun begitu sulit sekali rasanya untuk dipertanyakan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
