Showing posts with label manusia-manusia ajaib. Show all posts
Showing posts with label manusia-manusia ajaib. Show all posts

October 5, 2011

'Have a safe flight'

October 5, 2011 4
..............................................
Malam itu kami mendoakanmu,
begitu pun malam sebelumnya,
seperti malam-malam sebelumnya.
.............................................

»»  read more

September 24, 2011

Hai, hari ini aku sarapan rindu. Bagaimana dengan kalian?

September 24, 2011 4

Betapa aku ingin memanggil kalian dengan suara lantang!

‘Nikmati  hari ini, sebelum kembali ke rutinitas semula. Jaga diri baik-baik. Saat ketemu lagi nanti, kita berada di tempat yang berbeda, bersama-sama, bersenang-senang!’
»»  read more

May 1, 2011

'Aku akan jadi malaikat pelindungmu, B...' - by L.

May 1, 2011 4
(image from : www.weheartit.com)

»»  read more

April 24, 2011

Mantra

April 24, 2011 4
"Because we are friends, there is no need for any other reason...." (one piece)

»»  read more

March 20, 2011

Tanpa air mata, bolehkah?

March 20, 2011 5

       Wajah lucunya kembali panik, saat ia harus rela berhijrah sementara ke kelas lain karena kesalahan yang kerap kali ia lakukan. "Mas, makannya lama! Sudah ya...Ibu tinggal!", ancaman Ibu guru yang selalu menemaninya  makan siang terbukti. Bocah polos berkebutuhan khusus yang kerap dipanggil dengan awalan 'Mas' itu pun harus menerima konsekuensi karena terlambat masuk ke kelasnya. Hijrah ke kelas atas, dan kali ini adalah kelasku. Kelas yang cukup jauh untuk dicapai oleh kaki-kaki mungilnya. 
»»  read more

February 6, 2011

Thx a bunch!

February 6, 2011 8













Thank You so much for today :D
»»  read more

June 14, 2010

Kemarin

June 14, 2010 21



"Everyone has a gift for something, even if it is the gift of being a good friend."
-Marian Anderson-






»»  read more

May 28, 2010

Sekedar Pengantar

May 28, 2010 24
Hei,
Kalian sempat membuat saya gila,
Gila kenapa?
Entah…
Saya juga sering bertanya-tanya mengapa saya terkadang rela mengesampingkan skripsi saya demi kalian…
Baiklah,
Mari kita bercerita sejenak…

»»  read more

May 24, 2010

What Can I say...

May 24, 2010 17

"Jangan lupain kita ya bu"
"Kenapa ibu ga ngajar disini aja?"
"Terima kasih"
"Semoga sukses..."
"Jangan berubah ya bu"
"Sering-sering main kesini"
"Maafin kita ya bu..."
"..."

Speechless...
I just can say that you are great... :')
Thanks for all of your kindness...
I'll be missing you all :)


"..."
What can I say...
Thx for this...
You all just too sweet to forget...



»»  read more

April 23, 2010

Roses-are-not-always-Red

April 23, 2010 18
(image from here)

"Love is the only force that can erase the differences between people or bridge the chasms of bitterness." Gordon B. Hinckley
sebuah kata-kata magis yang mengantarkan saya menuju pemahaman baru...


»»  read more

February 26, 2010

Kepulan Maaf

February 26, 2010 18
siang hari  yang dingin, mendung, dan sendu...

'seorang ibu itu kadang tidak mau terlihat menderita di mata orang lain, terutama anaknya...' katanya...

kami tertegun, benar juga...

'di mana pun mereka berada, kita harus kuat, tegar, jangan lembek...kerjakan apapun yang menjadi tanggung jawab kita...tapi hidup toh tidak melulu masalah akademis...', katanya lagi...


»»  read more

February 20, 2010

Nice to see you red and white...

February 20, 2010 18
Rasanya baru kemarin saya berpenampilan selayaknya mahasiswa biasa yang doyan kebebasan.  Jeans, kaos, slip-on shoes, dan perkara favorite lainnya benar-benar menjadi benda yang sangat saya rindukan saat ini. Biasanya saya mengenakan mereka untuk pergi ke kampus, jarak yang tidak jauh untuk ditempuh.
Biasanya saya juga bertemu mereka, orang-orang gila yang selalu saya rindukan. Dan penampilan kami kurang lebih sama, masih sangat santai.
Biasanya saya datang ke tempat di mana saya belajar, duduk di kursi chitose sambil menatap tayangan slide dan wajah dosen.
Biasanya saya juga begadang untuk melakukan hal-hal yang tidak jelas, hanya untuk mencari kesenangan. Biasanya, saat menjelang musim libur mahasiswa, mereka menghubungi saya, dan mengajak saya menggila dalam sebuah rencana liburan.
Biasanya saya meluangkan waktu di dapur, meracik-racik ramuan tertentu yang saya sebut 'masakan'. Biasanya, saya sengaja pergi sendiri ke suatu tempat yang menawarkan berjuta-juta buku yang biasanya cuma kebeli 1 atau 2.
Biasanya saya sering meluangkan waktu bersama dia dan dia.
Biasanya, saya tidak seperti sekarang....


»»  read more

January 20, 2010

Pertemuan Singkat

January 20, 2010 30
Saya pernah bercerita tentang manusia-manusia hebat yang saya temukan ketika menunaikan tugas sebagai mahasiswa. Untuk anda yang belum pernah melihatnya, mungkin bisa klik bagian ini.
Beberapa bulan setelah kegiatan kami berakhir, saya sering sekali merindukan mereka. mengirimi sms-sms berisi pertanyaan mengenai kabar mereka, mengirimkan message di wall facebook mereka, menyantroni kost-an sebagian dari mereka, dan perihal mengenai mereka yang lainnya. Alasannya mungkin sederhana, kangen. titik.
30hari tinggal bersama mereka bukan saat yang singkat. Butuh waktu untuk membiasakan diri kembali ke dunia nyata saya :)
Sekali waktu saya pernah bertemu beberapa dari mereka, dan pertemuan kami dipenuhi dengan perbincangan nostalgia.

dia : "Kira-kira mereka lagi apa ya jam segini?"
saya : "biasanya sih manusia 1 lagi nonton TV, manusia 3 dan 6 lagi main gitar, trus...kita-kita ngerumpi deh.."
dia yang lain : "iiihh...kangen suasana di sana yaa...kapan ya kita bisa maen ke sana lagi...."
dia : "hmmm....sekarang kita udah sibuk masing-masing, ada yang skripsi,PKL,PLP, dll...yah,susah banget buat ketemu ya.."

Begitulah cuplikan singkatnya. Intinya adalah kami memang sudah jarang bertemu akibat perbedaan jurusan studi dan perbedaan kegiatan (dalam kata lain, kami memang berbeda dunia). Kadang-kadang sms rindu dari saya pun hanya bertepuk sebelah tangan. Saya lebay? memang. Biar saja. Kalau saya kangen memangnya kenapa?

Beberapa dari kami memang sering mengusulkan untuk mengadakan reuni atau sekedar kumpul-kumpul bersama (dan saya adalah salah satu yang paling gencar mengadakannya). Pernah suatu waktu di Jumat siang kami sepakat bertemu (lebih tepatnya sebagian dari kami). Tapi rupanya hanya wanita-wanita saja yang bisa datang. Dan pertemuan pun berlangsung berjam-jam, dengan diisi obrolan ngalor-ngidul yang biasa kami lakukan. (Anda juga pasti paham bagaimana hasilnya jika wanita-wanita berkumpul).

Akhirnya, di waktu yang lalu saya (dengan dorongan dari teman-teman yang lain) mencoba mengumpulkan kembali manusia-manusia itu dengan membuat sebuah note :

teman2 di manapun anda berada...
mari kita laksanakan mimpi kita yg tertunda (kita??)
mungkin sebagian dari kita sudah merasa,
atau kita semua merasa,
atau jangan-jangan SAYA yg merasa?
saya kangen kalian.
itu faktanya.
cukup singkat tanpa harus dijelaskan mengapa.
apakah kalian merasa hal yang sama ?(ngarep)
untuk mengawali pertemuan kita yg selalu tertunda karena ini dan itu,
marilah kita bertukar jadwal UAS,
lampirkanlah jadwal kalian secara lengkap.
siapa tau, jika Tuhan mengijinkan, ada 1 hari saja tersedia untuk pertemuan kita (lebay pisan)
mari kita diskusikan,
mungkin ini baru awal,
siapa tau diskusi heboh lainnya bisa kita lakukan di asrama Yulia Yasmi tercinta.

paling minimal kita hanya berkumpul di tempat yg dekat,
paling maksimal mungkin kita menyantroni Margamulya...
yahhh,itu juga tergantung kita,
tergantung UAS,
dan tergantung Tuhan tentunya...

tapi mungkin sebagian dari kalian sudah pernah diinformasikan,
kalau kita lebih baik bertemu di sela2 UAS,
dengan harapan,
tidak ada yg kabur ke kampung halaman (haha)

oh,sudahlah...
anda semua tentu mengerti maksud saya,
sebelum saya mulai panjang lebar,
silahkan cantumkan jadwal UAS anda semua,
mari kita bertemu,
kalau anda mau.

saya kangen kalian.
titik.


Begitulah. Entah terdengar memaksa, atau freak. Tapi saya hanya mencoba mengungkapkan kekangenan teman-teman saya yang lain. Dan itulah hasilnya. dan ternyata cukup membantu.
Akhirnya, datanglah hari itu. Sabtu siang yang singkat, namun berhasil mengumpulkan kami (sekalipun masih belum lengkap). Kami berkumpul di asrama manusia 7. karena tempat itu yang paling mungkin didatangi oleh kami. Manusia 4 yang pertama kali datang, disusul oleh manusia 9, manusia 2, dan saya si manusia 13. Kami bercipika-cipiki layaknya ibu-ibu arisan yang jarang kumpul. Di tengah suasana rindu, manusia 12 datang.  Kami kaget bukan main karena tidak menyangka dia bisa datang. Begitulah, dasar manusia tanpa konfirmasi. Tapi sungguh menyenangkan, beberapa dari mereka yang susah kumpul akhirnya datang. Melihat manusia 12 datang pun akhirnya manusia 4 mencoba  menghubungi manusia 6 dan manusia 1. Sambil setengah memaksa dan menyumpah (perlu ada sedikit shock therapy di sini, menurut dia), akhirnya manusia 1 dan 6 datang. 
Yaaah, begitulah...Inilah kami, pertemuan yang saya tunggu-tunggu sekalipun manusia yang lainnya masih tetap absen karena kesibukan mereka. Kami pun berbincang, tertawa, saling bertukar pikiran mengenai hidup saat ini. Inilah yang saya tunggu. Cuma ini yang saya tunggu. Melihat kami tertawa dan berbicara dengan gaya khas masing-masing. 

Namun rupanya seperti judul, pertemuan ini singkat. Kami tetap harus kembali ke dunia masing-masing. Handphone-handphone pun mulai bergetar dan berteriak-teriak tanda mereka sudah ditunggu di tempat lain. Akhirnya kami berpisah. Dan sayangnya (saya baru ingat ketika sampai di rumah malam hari) saya lupa mendokumentasikan pertemuan kami. Sedih rasanya. Karena saya tidak tahu kapan akan seperti itu lagi.

Tapi biarlah, Pictures fade away, but memories are forever... :)
Selagi Tuhan memperbolehkan saya memiliki kenangan tentang mereka, itu semua bukan masalah.


Ingatkah masakan-masakan kalian?
Ingatkah kegiatan begadang rutin kita?
Ingatkah anak-anak itu?
Ingatkah nyanyian-nyanyian kebangsaan kita?


Manusia-manusia itu :)




Peristiwa favorit saya :D




Mereka lagi :)


 
Sorry for this, saya butuh  media untuk berkreasi :)



Hhhh...guys...Miss u much....
Baik-baiklah kalian di dunia masing-masing :)





Ngomong-ngomong, ada award dari rid nih....(maaf baru dipajang :) ) 



Akan saya bagikan ke 10 teman saya (begitu aturannya) :
Ohim
Indah
Christine
Mariana
novri
macan kampus
caca
devi
my Sist
teh riane

tapi tapi, ada aturannya...
Dan selanjutnya teman2  penerima award harus meletakan link-link diblog sobat yang
ada dibawah ini :

DYVANA Angel
Trik Gratisan
firmanthok
Aldien blog
coretanku
Blognya sii wina
Ordinary Blog
Catatan Syifa
otherside
minomino

Nah this is the rules *ini dia aturannya:

Sebelum kamu meletakkan link di atas, kamu harus menghapus peserta nomor 1 dari
daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1,
nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling bawah
(nomor 10). Tapi ingat ya, kalian semua harus fair dalam menjalankannya. Jika
tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka
semua mengerjakannya , maka jumlah backlink yang akan didapat adalah 1.953.125.

Nah, silahkan copy paste saja, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan
link blog/website kamu di posisi 10. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 10
agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan
hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.

Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125

Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu
sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web
para downline kamu mengklik link itu, kamu juga mendapatkan traffik tambahan.


GOOD LUCK! :)
»»  read more

November 21, 2009

Berbeda = Ditinggalkan (???)

November 21, 2009 6



Perjalanan pagi menjelang siang saya dalam dunia maya ternyata menimbulkan efek berkaca-kaca pada mata saya. sebuah artikel mengenai nasib seseorang membuat saya teringat moment menyebalkan yang saya alami di masa kecil. tulisan yang saya temukan di KOMPAS.com -secara tidak sengaja- ini  berisi mengenai penuturan seseorang bernama Sri Andiani, pelajar SMP Alam Insan Mulia Surabaya, yang memenangkan penghargaan Penulis Muda Indonesia 2009 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Perwakilan UNICEF di Indonesia, serta YKAI. 
Sri adalah seorang tuna rungu sejak lahir, yang dengan bantuan Mamanya berusaha mati-matian demi diterima di sekolah umum. usaha mereka berkali-kali berbuah kegagalan karena jarang sekali sekolah umum yang mau menerima keadaan Sri dengan tangan terbuka. sekalipun ada, sekolah itu akan merekomendasikan seorang guru pendamping yang biayanya Masya Alloh (baca: mengejutkan)...
sampai akhirnya Sri mendapatkan sebuah kesempatan untuk bersekolah di suatu sekolah umum -ya, akhirnya ada juga yang bisa menerimanya-. ternyata sekolah tersebut memberinya kesempatan untuk unjuk kebolehan. julukan 'profesor sains' pun dia dapatkan akibat kejeniusannya. dan ternyata, Sri juga piawai dalam melukis!
dalam baris-baris terakhir tulisannya, Sri mengungkapkan kekecewaannya mengenai keadaan sekolah di Indonesia. 


"...Jadi, memang, hanya orang-orang yang berduit alias kaya saja yang bisa bersekolah. Sementara itu, orang-orang yang standar hidupnya menengah, apalagi yang rendah, itu tidak bisa bersekolah lantaran banyak sekolah umum yang tidak mau menerima mereka."  


Wow! beginilah negara kita...apa yang terjadi dengan pihak-pihak tersebut sampai tidak sanggup menerima orang-orang seperti Sri dan yang lain-lainnya?
Sri memang berbeda, tapi bukan berarti tidak punya hal untuk bersekolah bukan ?


kasus 'perbedaan' lainnya juga pernah saya alami -walaupun tidak seekstrim dan seluar-biasa Sri- . mungkin akan lebih baik jika saya bertutur sedikit...


waktu belajar di taman kanak-kanak (TK), mungkin beberapa orang pernah mengalami, ketika guru kita memberi instruksi untuk menggambar pemadangan dengan bebas, saya katakan sekali lagi, ya... BEBAS! 
saat itu saya benar-benar memaknai apa yang disebut dengan bebas. berarti saya diperbolehkan mencorat-coret apapun yang saya anggap sebagai pemandangan. 
Anda semua pasti ingat seperti apa karakteristik pemandangan yang menjadi dogma kala itu. dua gunung berbentuk segi tiga dilengkapi matahari yang mengintip di antara keduanya. tak lupa burung berbentuk huruf M dan padi-padi yang berbentuk huruf V menyemarakkan ilustrasi dari apa yang dinamakan sebagai pemandangan. 
saat itu saya menggambar hal lain, yang lebih saya anggap sebagai pemandangan. bagi saya saat itu, pemandangan saya tafsirkan sebagai gunung tinggi menjulang dan seseorang berdiri di puncaknya (seseorang itu saya anggap saya :) ) sambil merentangkan tangan. entah apa yang ada di pikiran saya, tapi itulah yang saya kerjakan. 
ketika masing-masing karya dikumpulkan kepada guru, karya saya ternyata banyak menuai protes. "ini gambar apa?ini BUKAN pemandangan", salah satu guru saya berkomentar.
saya memang anak kecil yang sensitif saat itu, dan kata-kata itu jelas menghancurkan imajinasi saya. alasannya cuma satu, ya...karena karya saya berbeda dengan yang lain. ingin rasanya saya protes habis-habisan. tapi apa daya, nampak diri saya pada masa itu adalah anak kecil yang pendiam, lugu, dan penakut. kasus lain juga saya alami ketika di bangku sekolah dasar. dimarahi habis-habisan karena saya kurang mahir menjahit menjadi contoh kecil dari kisah saya pada masa itu. 
sedih? jelas! 
saya bergumul habis-habisan dengan perasaan bingung karena sepertinya dunia menuntut banyak hal untuk dikuasai oleh anak kecil seperti saya pada masa itu. 
yang hapal = pintar, yang pintar berhitung = jenius, dan yang gemar berimajinasi = aneh...
saya sempat menemukan sebuah tulisan yang membuat saya merinding ketika membacanya...


Tentang sekolah
Anonim

Sudah lama dia ingin mengatakan banyak hal. Tapi, tak ada yang mengerti.
Sudah lama dia ingin menjelaskan banyak hal. Tapi, tak ada yang peduli. Karena itu, dia menggambar saja.
Kadang-kadang, dia hanya mau menggambar dan gambar itu bukan apa-apa.
Dia ingin mengukirnya di atas batu atau menuliskannya di langit.
Dia akan berbaring di rumput dan menatap langit, hanya dia bersama langit serta semua yang ada di dalam jiwanya yang butuh diutarakan.
Dan setelah itu, barulah dia menggambar. Sebuah gambar yang indah.
Dia menyimpannya di bawah bantal dan tidak mengizinkan siapa pun untuk melihatnya.
Dan, dia akan memandangnya setiap malam dan memikirkannya.
Dan tatkala hari telah gelap, dan matanya sudah terpejam, dia masih bisa melihatnya.
Dan gambar itu, semua tentang dirinya. Dan dia sangat menyukainya.
Ketika berangkat sekolah, dia selalu membawanya.
Bukan untuk memperlihatkannya kepada seseorang, melainkan sekedar merasakannya berada di dekatnya seperti kawan.
Lucu rasanya tentang sekolah ini. Dia duduk di bangku kotak berwarna coklat.
Sama seperti semua bangku kotak dan coklat lainnya, padahal menurutnya seharusnya merah.
Dan, kelasnya juga berbentuk kotak dan berwarna cokelat.
Seperti semua kelas lainnya. Dan, itu tampak pengap dan tertutup, juga kaku, sementara guru terus-terus mengawasi.
Kemudian, dia harus menulis angka-angka. Padahal angka-angka itu bukan apa-apa.
Mereka lebih buruk daripada huruf-huruf yang jika digabungkan bisa memberi makna.
Sedangkan angka-angka itu jelek dan kotak dan dia membenci semua itu.
Bu guru datang dan berbicara kepadanya, menyuruhnya memakai dasi seperti anak lelaki yang lain.
Dia bilang tidak suka dan bu guru bilang itu tak masalah.
Setelah itu, mereka menggambar. Dan, dia menggambar warna kuning semuanya karena begitulah yang dirasakannya tentang pagi hari.
Dan, gambarnya indah sekali. Bu guru datang dan tersenyum kepadanya.
“apa ini?”, tanyanya. “mengapa kamu tidak menggambar seperti gambar Ken? bukankah gambar itu bagus?”. Semuanya pertanyaan.
Setelah itu, ibunya membelikan dasi untuknya dan dia selalu menggambar pesawat terbang dan roket seperti yang digambar anak-anak lainnya.
Maka, dia pun membuang gambar yang lama.
Dan, ketika dia berbaring sendirian memandang langit yang tampak besar dan biru, dan semuanya terlihat sama, kecuali dirinya yang tak lagi sama.
Dia sudah menjadi kotak di dalam dan juga cokelat, dan kedua tangannya kaku,dan dia menjadi seperti anak-anak lainnya.
Dan, sesuatu yang ada dalam dirinya yang tadinya butuh untuk diutarakan, kini tak perlu diutarakan lagi.
Sesuatu itu telah berhenti mendesaknya. Hancur. Kaku.
Seperti yang lain-lainnya juga.

(Diyakini bahwa siswa remaja yang telah menulis puisi ini bunuh diri dua minggu kemudian)

(Barbara Prashnig, The Power of Learning Styles ) 


rupanya  siswa tersebut juga mengalami sindrom perbedaan...


yahh,,,mari kita tarik napas dalam-dalam... dan hembuskan...
dan mulai atau kembali memikirkan mengenai mereka-mereka yang berbeda...
berbeda dalam berbagai hal, hingga kadang dikategorikan ke dalam kata aneh...
mungkin saya perlu mengingatkan kembali sebuah quote menarik yang pernah saya kutip dalam salah satu post  


 "a bit different is better than a bit better"


tidak selamanya berbeda itu salah...
semua orang toh dilahirkan dengan keunikannya masing-masing...
semua agama mengajarkan umatnya masing-masing untuk saling mengasihi tanpa pandang bulu, saya yakin itu...
mengapa kita baru akan saling memberi dan menerima hanya karena alasan asalkan-kita-sama?


mari berpikir bersama-sama...
standing applause untuk Sri dan Sri-Sri yang lain...




»»  read more

October 27, 2009

Mereka membuat saya jatuh cinta!

October 27, 2009 5

Sebelumnya, ini bukanlah tulisan mengenai romantisme historis masa lalu, atau bahkan kisah cinta saya dengan seseorang…

Tulisan ini merupakan cerita singkat mengenai manusia-manusia hebat yang saya temukan beberapa bulan yang lalu dalam sebuah moment sakral bertajuk KKN (kuliah kerja nyata)

Beberapa hari sebelum kita dipertemukan, Saya pernah mengemukakan keinginan saya kepada Tuhan…

“aku pengen dapet suasana baru dan ketemu orang-orang hebat”

Sekarang pertanyaannya, apakah saya menemukannya?

Izinkan saya bercerita singkat mengenai mereka…

Kita dipertemukan secara resmi tepat tanggal 13 Juli 2009 di gedung yang mengurusi segala tetek bengek mengenai KKN di kampus saya. Peristiwa itu memang lucu menurut saya. Seperti satu moment kopi darat besar-besaran karena mayoritas mahasiswa-mahasiswa di sana pada awalnya tidak mengenal satu sama lain dengan kelompok KKN-nya.

“kamu dimana?kita di depan pintu masuk…”

“baju kamu warna apa?aku pake kerudung ungu..”

Seluruh tempat di gedung tersebut dipenuhi mahasiswa-mahasiswa yang memanfaatkan jasa SMS dan telepon untuk mencari kelompok mereka masing-masing. Dan disanalah kita dipertemukan. Walaupun beberapa orang baru bertemu kita di hari-hari berikutnya.

Manusia 1

Kita menobatkan dia sebagai ketua pada pertemuan pertama. Beberapa hal yang sempat membuat kita gereget adalah sikapnya yang kadang kurang tegas dan plin plan. Tapi ternyata, 40 hari bersama kita membuat sifat aslinya semakin terlihat. Saya benar-benar tidak menyangka, 2 minggu terakhir kemanjaannya semakin menjadi-jadi dan membuat kita semua terhibur :D  ahh, tapi pada akhirnya saya  toh sadar juga, kenapa Tuhan menakdirkan dia memimpin kita :)

Manusia 2

Mungkin dia yang saya katakan paling cerewet. Selalu ditempatkan di garis depan bila dihadapkan dengan warga. Cara berbicaranya yang kurang fasih menyebut kata yang mengandung huruf “R” membuatnya terlihat manja. “aku mah emang ogoan”, katanya. Ahh, tapi itu tidak sepenuhnya benar menurut saya. Karena seringkali dia bersikap sangat dewasa, jauh dibandingkan dengan ukuran tubuhnya :) dan setuju atau tidak, dalam suatu tim kita akan selalu membutuhkan orang-orang yang cerewet. Karena dia selalu mengingatkan apa yang kita lupakan.

Manusia 3

Sikapnya kadang-kadang sangat misterius. Dan dia lebih memilih untuk tidak banyak bicara. Walaupun saya tahu bahwa diam-diam dia memperhatikan semuanya. Sangat membantu dalam masalah laporan, dan cukup handal dalam urusan antar jemput :). Saya selalu senang mendengar dia bernyanyi, karena nampaknya lagu apapun (bahkan yang menyebalkan menurut saya) terdengar berbeda bila keluar dari mulutnya. Kalau dia terlihat memegang gitar sambil ditemani Djarum Black atau Marlboro lights (tanpa bermaksud promosi), ohh berarti dia mulai beraksi.

Manusia 4

Dia benar-benar pujaan saya, terutama berkat kepiawaiannya dalam menjamin masalah perut :D Bila sedang merenung atau sambil masak, saya hapal lagu yang akan dijadikannya sebagai soundtrack. Tentu saja lagu Vierra-bersamamu, diputarnya berulang kali. Bahkan sampai sekarang saya selalu teringat dia kalau lagu itu muncul :). Kelebihannya yang lain adalah omongannya yang kadang pedas. Bahkan lebih pedas dari sambel yang dibuatnya. Tapi sekali lagi, kita membutuhkan orang yang seperti itu bukan? Yang akan membuat kita sadar  bila telah melakukan suatu kesalahan :)

Manusia 5

Dia  teman saya dalam masalah jogging, mencuci, menjemur, bercerita, dan tidur :D sikapnya yang santai sangat membantu saya yang terkadang meledak-ledak. Saya selalu heran menemukan orang-orang yang bisa sangat tiis. Soundtrack utama kami adalah lagu Efek Rumah Kaca-jatuh cinta itu biasa saja. Kita seringkali tidak peduli sekalipun suara kita bukan jenis yang enak untuk didengar. Lagu itu, tetap akan kita nyanyikan, sekalipun hanya di dapur. Saat itu yang ada di pikiran kita, dapur seolah-olah berubah menjadi sebuah panggung pentas yang akan mempersilahkan kita untuk bernyanyi sepuasnya.  

 Manusia 6

Berkali-kali saya tanyakan, “kamu ada turunan Arab?”. Dan berkali-kali pula dia bersikeras bahwa dia asli Garut. Dia termasuk orang yang terbuka. Bisa bercerita kepada siapa saja dan  nampaknya dia bukan tipe orang yang gampang naik darah. Yang selalu saya ingat adalah pijatannya yang meremukkan badan  dan wajahnya saat dirias jadi wanita. “Suruh siapa punya hidung mancung….”, ucap sang perias. Kalau sedang bermasalah, pilihannya mungkin hanya dua. Bercerita pada seseorang, atau lebih memilih tenggelam bersama gitar dan Lucky Strike-nya.

Manusia 7 

Dia mungkin memang yang tertua. Tapi kadang tingkah lakunya tak jauh beda dengan kita :) Dia selalu menyenangkan bila diajak bercerita. Kesabarannya dalam mendengarkan membuat kita merasa nyaman. Cerita-ceritanya, kata-kata ‘Tole’, dan obsesinya terhadap pohon pepaya selalu membuat kita terpingkal-pingkal. Yang dia anggap sebagai sahabat karib memang cuma 2 hal, yaitu Handphone dan kasur. Usaha apapun bahkan keterlibatan sapu lidi pun akan dia lakukan demi mengingatkan siapa pun untuk Sholat.

Manusia 8

Tubuhnya hangat. Itulah kenapa saya dan manusia 5 sering berebut untuk tidur di sebelahnya. Asal siap-siap saja menerima tangan dan kakinya menyusup liar ke bawah punggung kita. Saya sering terheran-heran mendengar kisah kasihnya di masa lalu. “banyak sekali koleksinya”, gumam saya. :) Satu hal yang paling khas adalah lengkingan suara tawanya. Berapa banyak video yang direkam, suara tawa lengkingnya selalu melatarbelakangi. Kopi seduhannya konon enak. Beda dengan hasil buatan saya yang tidak karuan. Badannya mungkin lebih besar dari saya. Tapi masalah porsi, makan jelas dia kalah telak oleh saya :D

Manusia 9

Dia memang yang paling rajin dan rapi. Semua dicuci,digantung, dan dibersihkan. Cuciannya memang yang paling sering memenuhi lahan jemuran. Kurang mahirnya dia dalam bahasa Sunda membuatnya bengong-bengong saja mendengar mereka yang berbicara Bahasa Sunda kesana kemari. Akhirnya dia mencari kesibukan lain, salah satunya membuka facebook via mobile web. Kalau ada polling tentang siapa yang paling rajin membuka dan update masalah facebook, saya yakin dia orangnya. Beberapa hal yang Saya selalu ingat adalah logat bicaranya yang seperti Cinta Laura dan brownies Amanda yang dia bawa :)

Manusia 10

Dia sering dijuluki Mak Ijit. Mungkin badannya termasuk kecil, tapi jangan sampai kita meremehkan tenaganya dalam memijat. Dia  tidak pernah tahan makan dengan duduk ngampar lebih dari 3 menit. Bawaannya paling banyak diantara kita. Bahkan seperti membawa perkakas salon ikut KKN bersama kita. Dia memang yang paling tega menambahkan banyak MSG dalam masakan-masakannya (yang membuat saya kadang meringis). Rambut merah dan mata biru portable-nya menjadikannya ciri khas tersendiri.

Manusia 11

Dia yang datang paling terakhir dan sering sekali pulang. Tapi keberadaannya selalu membuat kita terbahak-bahak akan kelakuannya. Semua benda didekatnya dengan mudahnya dia jadikan media untuk merealisasikan imajinasinya. Cuma dia yang bisa menandingi porsi makan saya :). Mungkin dia memang berasal dari fakultas pencetak manusia-manusia sporty. Tapi kadang ogoannya bisa melebihi manusia 1 :D. Dia termasuk narsis. Apalagi dalam hal memamerkan perut six packs yang konon hasil dari perpaduan latihan kerasnya dan jasa susu Elemen.

Manusia 12

Dia memang yang paling ajaib menurut saya. Cara hidupnya yang nokturnal(aktif di malam hari) membuat kita cukup mudah mencarinya di siang hari. Kasur, di sanalah dia akan ditemukan. Dia yang selalu dijadikan bulan-bulanan manusia 7, karena kebiasaannya yang sulit dibangunkan. Sore hari dia akan menghilang. Entah apa yang dilakukannya dengan belut-belut itu. Ketika ditanya apa yang sebenarnya dia cari saat ngurek ,“hanya untuk membunuh waktu…” jawabnya dengan memasang gaya terbaik yang biasa dikeluarkannya sebagai pujangga.




Mau tidak mau, mereka adalah tim saya saat itu. Perbedaan budaya, bahasa sehari-hari, dan kebiasaan masing-masing membuat kita harus membiasakan diri untuk saling memahami. Kembali kepada pertanyaan awal saya, apakah saya menemukan apa yang saya minta kepada Tuhan? Saya sudah cukup bisa menjawabnya ketika diberi kesempatan hidup satu atap dengan mereka.

YA! Saya menemukannya! Suasana baru dengan orang-orang hebat yang mengelilingi saya…

Beruntung sekali bertemu mereka, membuat saya sempat lupa dunia asli saya :D

Saya tidak akan memohon kepada Tuhan untuk mengulang saat-saat itu. Karena saya tidak hidup di masa lalu atau pun masa depan, tapi saya hidup hari ini. Tidak peduli seperti apa mereka, mereka tetap yang terbaik. Apa yang bisa saya harapkan memang hanya kebahagiaan untuk mereka semua. Dan harapan kecil, semoga kita semua tidak melupakan detik-detik berharga yang pernah kita lalui di Margamulya, Pasir Jambu, Ciwidey. 


Terima kasih Tuhan, telah menakdirkan saya menjadi manusia ke-13 untuk mereka... :)






»»  read more

October 25, 2009

WS Rendra dan Mario Teguh mengingatkan saya malam ini

October 25, 2009 2



Di sela-sela mengerjakan tugas yang benar-benar menguras  tenaga, saya berhenti sebentar untuk menulis ini…ternyata seseorang telah menyadarkan saya, dengan note –nya yang dia ambil dari WS Rendra…


 "Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya :

Mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu???

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali
oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah
derita

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak
popularitas, dan
kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua "derita" adalah hukum
bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh
dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusan-Nya yang
tak sesuai keinginanku

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk
beribadah.
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama
saja"....."


Jujur saja saya speechless, seperti tersindir akan sesuatu hal yang tidak sadar telah saya lakukan…

‘Ternyata parah sekali tingkat kebersyukuran saya’, ucap saya dalam hati…

Satu hal yang sangat mencekik, bahwa seringkali saya memang memperlakukanNya seperti mitra dagang, persis seperti yang disebutkan….

Perasaan bersalah saya diperkuat dengan tayangan Metro TV mengenai gempa di Padang…di mana Mario Teguh membuat tenggorokan saya makin tercekat…

Saya akui, kerap kali saya mengeluhkan nasib saya (yang menurut saya menyebalkan, tapi tidak untuk sebagian orang)

Saya juga sering sekali tanpa sadar membandingkan nasib orang dengan nasib saya…saya dengan lancangnya melupakan mereka yang tertimpa musibah...





Saya kembali menatap layar kaca untuk melihat apa yang dilakukan Mario Teguh, apa yang dilakukannya tidak banyak…hanya saling berbicara kepada warga Padang…

Tapi itulah keajaibannya-yang selalu membuat saya sirik- dia berbicara dengan hati…dan jika saya yang berada di posisi orang-orang yang dia ajak berdialog, saya pasti akan sangat bersyukur dan menyesal…

Bersyukur bisa bertemu orang hebat, dan menyesal karena tidak bersyukur jauh-jauh hari…

Ketika Mario Teguh berbicara, saya teringat nasib saya yang jauh dari lokasi kejadian gempa di Padang...

Sampai detik ini saya masih selamat,

Sampai detik ini saya masih juga berleha-leha,

Saya malu,

Berani menggantungkan cita-cita setinggi langit,

Tapi lupa akan bersyukur,

saya memang belum bisa membantu banyak untuk mereka yang tertimpa musibah,

kesempatan saya saat ini hanya dengan doa…pengharapan untuk mereka yang jauh disana,

dan doa untuk semua yang ada disini…

‘jadikan kami sebagai orang yang selalu bersyukur Tuhan, dan berikan kami kemampuan untuk senantiasa mengambil hikmah…dan tolong Tuhan, mudah-mudahan saya tidak lagi mengeluh…’, bisikku dalam doa…





»»  read more
Related Posts with Thumbnails