Penat itu datang tiba-tiba. Semacam tamu tak diundang yang memperkenalkan diri dengan tergesa.
Bayang-bayangnya mengerjap, mendesak, dan mengamuk tanpa permisi.
Seharusnya ini menyakitkan. Tapi aku terlanjur mati rasa, jauh sebelum mereka datang.
Diingatkan lagi aku padanya, Sang penjual kenangan yang semakin tersesat di gelapnya waktu.
"Lihat! aku menemukan kebahagiaan di ujung sana!", ujarnya lantang.
Sudah kukatakan itu bukan milikku, sayang...
Biarkan aku mencarinya sendiri.
Aku sudah lebih kuat sekarang.
Setidaknya aku mampu mengeja rasa perih.
dan mengapa kau tak juga mengerti?
»» read more