November 18, 2009

-Seorang gadis tolol bicara tentang cinta-

November 18, 2009
Ketika membaca tulisan konyol ini, beberapa orang akan menduga-duga apa yang sedang ada dalam pikiran penulisnya…
a. Apakah sang penulis sedang dimabuk cinta?
b. Apa mungkin justru penulis sedang patah hati?
c. Atau mungkin, penulis hanya berusaha sok tahu tentang cinta?

Hmm…entah mana jawaban yang paling tepat, tapi nampak jelas bahwa jawaban yang akhir adalah yang paling memungkinkan..karena tulisan ini isinya memang hanya omong kosong belaka,, :D
Mengacu pada judul,,,saya yakin,beberapa orang akan terheran-heran dengan tulisan ini.
Jelas! Karena penulis jarang sekali membahas perkara yang satu ini…hahaha
Tapi saya cukup senang punya keberanian untuk menuliskannya, sekalipun keberanian itu baru sampai pada taraf ‘berani sok tahu’…:p

Apa sih sebenarnya cinta itu? Dimana, kapan, dan mengapa seseorang bisa merasakan yang namanya cinta…(benar-benar pertanyaan awal yang menggelikan)
Apa cinta hanya perkara pelik yang dimiliki sepasang suami istri?
Atau cinta hanya ditemukan pada pasangan ABG yang saling penasaran satu sama lain?
Oh…atau cinta itu suatu kata yang sering diatasnamakan demi satu tiket bebas menuju ranjang?
Hmmm…sempit sekali…

Saya jadi teringat ketika seseorang pernah mengaitkan tingkat kedewasaan dengan seberapa banyak dia bergonta-ganti pasangan. Bahwa tingkat kedewasaan berbanding lurus dengan jumlah mantannya …saya sering tertawa sendiri ketika mengingatnya,sungguh pemikiran yang unik, tapi sayang saya kurang menyetujuinya…:)

Sering saya temukan orang-orang yang begitu mengagungkan cinta dengan berbagai cara. Cinta kepada apa atau siapa yang membuat mereka begitu terlena dan rela menyerahkan segalanya demi mendapatkan balasan yang setimpal. Bahkan kadang-kadang mereka jadi gila dibuatnya…
Dengan kadar kegilaan tertentu yang mereka perlihatkan, saya sering merasa heran, atau bahkan kagum…heran, karena jiwa mereka bisa kalah telak oleh cinta…kagum, karena seringkali mereka begitu akibat mengikuti kata hati (atau..nafsu?entahlah)

Sambil iseng, Saya menemukan sebuah syair yang ditujukan seorang pria untuk wanitanya :
“Kau penyebab sekaratku berkepanjangan,
Tetapi hasratku padamu membuat kau kumaafkan,
Kaulah sang matahari sementara aku bintang malam,
Cahayamu menyurutkan kerlipku yang kelam,
Nyala lilin iri padamu,
Bunga mawar merekah dalam namamu,
Terpisah darimu?tidak akan pernah!
Cinta dan kesetiaanku hanya untukmu. Aku bersumpah!
Walau tersiksa, aku akan tetap menjadi sasaran cambukmu,
Ketika mati, aku adalah darah yang mengalir di nadimu.”
(syair Majnun ketika merindukan Laila)
Jujur…ketika membacanya…hmm…entahlah…menurut saya ini versi perkara cinta yang benar-benar ‘majnun’ yang pernah saya temukan…:D (hmm…tidak juga sih,masih banyak yang lebih parah)

Sejalan dengan kisah Majnun, Aerosmith pun mendendangkan lirik yang mendukung pendapat saya :
that kind of loving, turns a man to slave…That kind of loving, sends a man right to his grave…crazy,crazy,crazy” (Aerosmith)
Ya..’that kind of loving’…entah cinta yang seperti apa…

“…That love could be a great illusion That makes fools of billion thinkers everyday…” (Copeland-eat,sleep,repeat)
“Cinta tidak memberikan apa pun kecuali kepada dirinya sendiri dan tidak mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tidak memiliki dan tidak akan dimiliki, sebab cinta memenuhi kebutuhannya sendiri.” (Kahlil Gibran)

Mungkin pendapat orang mengenai cinta tidak hanya seperti itu saja. Karena ternyata saya menemukan pendapat yang singkat dan padat namun tetap canggih :
“cinta itu tai ucing! Terlalu banyak ujiannya daripada karunianya…”
(Dewi Sekar, Langit Penuh Daya)

Hahaha…payah sekali…ternyata saya memang cuma bisa mengutip perkataan-perkataan senior-senior saya (???) mengenai cinta…ahh, tapi tak apalah, kalau ternyata semua itu bisa membimbing kita menuju suatu definisi…
Ketika menemukan kutipan-kutipan tersebut, saya jadi berpikir lagi lebih mendalam…
Mencoba mengaitkan teori-teori dengan peristiwa yang biasa ditemukan di dunia nyata…
Singkatnya…ternyata saya hanya bisa menyimpulkan bahwa… cinta=pengorbanan…




Ah,payah…Panjang-panjang saya mengutip tulisan orang…kesimpulannya ternyata hanya satu kata yang mungkin bagi sebagian orang maknanya biasa saja…tidak spesial…
Tapi…kenapa harus panjang lebar dan bertele-tele,jika banyak syair dan segala penjelasan-penjelasan mengenai cinta lainnya ternyata bisa disederhanakan hanya dengan 1 kata… dan menurut saya hal itu sangat spesial :)

Hmmm…gejala-gejala kesok-tahuan saya mulai nampak…:D

Yah…lihatlah kisah majnun yang rela ditawan cinta (ough,bahasanya..)
Atau…kisah2 romansa lainnya -yang bahkan terkadang kita ingin muntah dibuatnya- tak jarang ujung-ujungnya pun pemainnya harus rela berkorban…
Berkorban materi, hati…bahkan nyawa…

Ahh,tapi cinta toh bukan hanya perkara dua insan yang sedang dimabuk kepayang bukan?
Cinta itu universal…baik secara horizontal, atau pun vertikal…
Saya kagum pada orang-orang yang masih mengenal cinta, masih memperjuangkan cinta, bahkan masih menunggu cinta…apapun taruhannya…

Standing applause untuk mereka dari saya…:)

* Ditulis dengan penuh kesadaran, (insyaAlloh) tanpa kerasukan apapun..dan silahkan jika anda ingin muntah-muntah setelah membacanya :D



- Minggu,4 Oktober 2009-

3 comments:

Lidya

minullllllllllllll......
lidy suka bgd ma yg ini,,heu

minomino

hahaha....note di FB itu teh,buka ajah....lihat comment2 yg terjadi :D

-Gek-

Engga- tidak muntah-muntah kok. Cinta memang begitu, mana bisa dilukiskan, adanya dirasakan.
Sakit, senang... pastinya kayak permen. Rame!!!
hahaha.
*kabur*

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails